jika kita mengerjakan seuatu lalu hasilnya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi orang lain,akan menjadi suatu kebanggan bagi diri sendiri .

Minggu, 13 Maret 2011

makalah analisis pasar konsumen

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya berkat Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dalam mata kuliah perpajakan. Makalah ini tentunya dapat terselesaikan dengan baik atas dukungan berbagai pihak dan data-data yang diperoleh dari berbagai sumber.
Makalah  ini dapat terselesaikan dengan judul :

“Analisis Pasar Bisnis”

Dalam menyusun makalah ini, penulis banyak mendapatkan bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Maka dengan penuh kerendahan hati penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan sehingga perlu dibenahi. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapakan kritik serta saran yang sifatnya membangun guna kesempurnaan makalah ini, agar makalah ini dapat berguna serta bermanfaat bagi pengembangan wawasan yang senantiasa dinamis. Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.



                                                                                                                 



                                                                                                                            PENULIS


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Tujuan Pemasaran adalah untuk memenuhi dan memberikan kepuasan kepda kebutuhan dan keinginan konsumen. Perilaku Konsumen adalah study tentang bagaimana individu, kelompok dan organisasi memilih, membeli, menggunakan, membuat barang, jasa, gagasan, atau pengalaman untuk memberikan kepuasan kepada keinginan dan kebutuhan mereka. Memberikan kepuasan kepada konsumen memberikan clues untuk memperbaiki atau memperkenalkan produk atau jasa, menentukan harga, menetapkan jalur distribusi, merancang pesan, dan mengembangkan aktivitas pemasaran lainnya. Para marketer selalu mencari tren-tren yang muncul yang memberikan peluang-peluang pemasaran baru.

1.2  Rumusan masalah
1.      Apa sajakah factor yang mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli suatu produk ?
2.      Sebutkan empat factor yang terdapat dalam factor psikologis? Jelaskan !
3.      Apa sajakah lima peran yang orang mainkan dalam mengambil keputusan pembelian?


1.3  Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui factor – factor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli produk
2.      Mengetahui empat factor yang terdapat dalam factor psikologis
3.      Agar mengetahui lima peran yang orang mainkan dalam mengambil keputusan pembelian



BAB II
PEMBAHASAN

Titik tolak untuk memahami perilaku pembeli adalah model ransangan-tanggapan, rangsangan pemasaran  dan lingkungan masuk ke kesadaran pembeli. Karakteristik pembeli dan proses pengambilan keputusannya akan menimbulkan keputusan pembelian tertentu. Pemasar harus benar-benar mengerti antara teori dan kenyataan dari perilaku konsumen.
Perilaku konsumen dalam membeli suatu produk dipengaruhi oleh faktor budaya, faktor sosial, dan faktor individu.
II.1       Faktor Budaya
Budaya, sub-budaya dan kelas sosial mempunyai peranan yang sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling dasar. Anak-anak yang sedang bertumbuh mendapatkan seperangkat persepsi, nilai, preferensi, dan perilaku dari keluarga dan lembaga-lembaga penting lain.
Setiap kelompok atau masyarakat memiliki budaya, dan pengauh budaya pada perilaku pembelian sangat beraneka ragam di tiap Negara. Kegagalan menyesuaikan pada perbedaan-perbedaan ini dapat mengakibatkan pemasaran yang tidak efektif atau kesalahan-kealahan yang memalukan.
Orang pemasaran selalu mencoba menemukan pergeseran budaya agar dapat menemukan produk baru yang mungkin akan diinginkan. Contohnya, pergeeran budaya kea rah minat yang lebih besar pada kesehatan dan kebugaran telah menciptakan suatu industry besar peralatan dan pakaian kebugaran, makanan rendah lemak dan alami, serta jasa kesehatan dan kebugaran.
Masing-masing budaya terdiri dari sejumlah  sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialiasi khusus bagi para anggotanya. Sub-budaya mencakup agama, kebangsaan, kelompok ras, dan wilayah geografis. Ketika subkultur menjadi besar dan cukup makmur, program-program terebut dikenal sebagai pemasaran keanekaragaman (diversity marketing).
Pada dasarnya, semua manusia memiliki stratifikasi sosial. Stratifikasi tersebut kadang-kadang berbentuk system kasta dimana para anggota kasta yang berbeda diasuh dengan mendapatkan peran tertentu dan mereka tidak dapat mengubah keanggotaan kastanya. Stratifikasi lebih erring ditemukan dalam bentuk kelas sosial, pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen, yang tersusun secara hirarkis yang para anggotanya menganut nilai, minat adan perilaku serupa., kelas-bawah atas, kelas pekerja, kelas menengah, kelas menengah atas, kelas-atas bawah, kelas-kelas atas.
Kelas sosial memiliki beberapa ciri.
1) Pertama, orang-orang di dalam kelas sosial yang sama cenderung berperilaku lebih seragam daripada orang-orang dari dua kelas sosial yang berbeda.
2) Kedua, orang merasa dirinya menemati posisi yang inferior atau superior di kelas sosial mereka.
3) Ketiga, kelas sosial ditandai oleh sekumpulan variabel seperti penghasilan, pekerjaan dan sebagainya.
4) Keempat, individu dapat pindah dari satu tangga ke tangga lain pada kelas sosialnya selama masa hidup mereka.
Seberapa besar mobilitas itu berbeda-beda, tergantung pada seberapa kaku stratifikasi sosial dalam masyarakat tertentu.

II.2  Faktor Sosial
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh beebrapa faktor sosial diantaranya kelompok acuan, keluarga, serta peran dan status sosial.

Kelompok acuan
Kelompok acuan berfungsi sebagai titik banding/referensi langsung (tatap muka) atau tidak langsung yang membentuk sikap maupun perilaku seseorang.
Orang sangat dipengaruhi oleh kelompok acuan mereka. Perusahaan manufaktur yang produk dan mereknya sangat dipengaruhi oleh keompok acuan harus menentukan cara menjangkau para pemimpin opini di kelompok acuan itu. Salah satu caranya dengan menjangkau pemimipin opini. Para pemasar berusaha menjangkau mereka dengan mengidentifikasi cirri-ciri demografis media yang dibaca oleh pemimipin opini dan mengarahkan pesan iklan kepada pemimpin opini.

Keluarga
Anggota keluarga dapat sangat mempengaruhi perilaku pembeli. Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat, dan pengaruh tersebut telah diteliti secara ekstensif. Orang pemasaran tertarik pada peran dan pengaruh seorang suami, istri maupun anak-anak dalam pembelian produk dan jasa yang berbeda.
Peran dan status
Seseorang merupakan anggota berbagai kelompok-keluarga, klub, organisasi. Posisi seserang dalam setiap kelompok dapat ditetapkan baik lewat peranannya maupun statusnya dalam organisasi tertentu. Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang dan masing-masing peran menghasilkan status.
Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat. Seseorang seringkali memilih produk yang menunjukkan status mereka dalam masyarakat.

II.3   Faktor Pribadi
Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi. Karakteristik tersebut meliputi; usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.

Usia dan siklus tahap hidup
Orang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang hidupnya. Mereka makan makanan bayis selama tahun-tahun awal hidupny, beragam makanan selama tahun-tahun pertumnuhan dan kedewasaan, serta diet khusus selama tahun-tahun berikutnya. Selera orang terhadap pakaian, perabot, dan rekreasi juga berhubungan dengan usia.

Pekerjaan dan lingkungan ekonomi
Pekerjaan sangat mempengaruhi pola konsumsi seseorang. Orang pemasaran mencoba mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan yang memiliki minat yang rata-rata lebih tinggi pada produk dan jasa yang mereka hasilkan. Sebuah perusahaan bahkan dapat berspesialisasi menghsilkan produk-produk yang dibutuhkan satu kelompok pekerjaan tertentu.
     Pilihan produk sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi seseorang; penghasilan yang dapat dibelanjakan (level,kestabilan, pola waktu), tabungan dan aktiva (termasuk persentase aktiva lancar/liquid, utang, kemampuan untuk meminjam dan sikap  terhadap belanja dan menabung. Para pemasar barang yang peka terhadap harga terus-menerus memperhatikan kecenderungan penghasilan pribadi, tabungan, dan tingkat suku bunga.

Gaya hidup
Orang-orang yang berasal dari sub-budaya, kelas social,  dan pekerjaan yangs sama dapat memiliki gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup adalah pola seseorang di dunia yang terungkap pada aktivitas, minat dan opininya. Para pemasar berusaha mencari hubungan antara produk mereka dan kelompok gaya hidup. Dengan demikian, para pemasar dapat lebih jelas mengarahkan mereknya ke gaya hidup seseorang dan para pemasar selalu menyingkapkan tren baru dalam gaya hidup konsumen. Gaya hidup sebagian dibentuk oleh apakah konsumen itu dibatasi oleh uang dan waktu. Perusahaan bertujuan untuk melayani konsumen yang dibatasi uang akan menciptakan produk dan jasa berbiaya rendah. Keputusan konsumen juga dipengaruhi oleh nilai inti, yaitu sistem kepercayaan yang melandasi sikap atau perilaku konsumen.

Kepribadian dan konsep diri
masing-masing orang memiliki karakteristik kepribadian  yang berbeda yang memengaruhi perilaku pembeliannya. Yang kita maksud kepribadian adalah cara bawaan psikologis manusia yang khas yang menghasilkan tanggapan yang relatif konsisten terhadap rangsangan lingkungannya. Kepribadian dapat menjadi variabel yang sangat berguna dalam menganalisis pilihan merek konsumen. Kita mendefinisikan kepribadian merek sebagai bauran spesifik atas ciri-ciri bawaan manusia yang bias dikatakan dimilki oleh merek tertentu.
     Dasar pemikiran konsep diri adalah bahwa apa yang dimiliki seseorang memberi kontribusi dan mencerminkan identitas mereka; bahwa, “kita adalah apa yang kita punya.” Jadi, untuk memahami perilaku konsumen, orang pemasaran pertama kali harus memahami hubungan antara konsep diri konsumen dengan apa yang dimilikinya.

II.4  Faktor Psikologis
Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi oleh empat factor psikologi utama-motivasi, prespsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap.
Motivasi
Seseorang memiliki banyak kebutuhan pada waktu tertentu. Kebutuhan akan menjadi motiv jika ia didorong hingga mencapai level intensif yang memadai. Motiv adalah kebutuhan yang memadai untuk mendorong seseorang bertindak.
Ada tiga teori yang mendasari tentang wacana motivasi, yaitu :
1.      Teori Freud
2.      Teori Maslow
3.      Teori Harzberg
Presepsi
Orang  yang termotivasi adalah orang yang siap untuk bertindak. Bagaimana tindakan sebenarnya seseorang yang termotivasi akan dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi tertentu. Presepsi adalah proses yang digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti.
     Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda atas objek yang sama karena tiga proses persepsi: perhatian selektif, distorsi selektif, dan ingatan selektif.

Pembelajaran
Ketika orang-orang bertindak. Mereka belajar. Pembelajaran terpengaruh perubahan dalam tingkah laku individual-individual dari pengalaman. Banyak orang belajar dari tingkah laku. Secara teori pembelajaran percaya itu, pembelajaran adalah menghasilkan yang melampaui pengaruh dari pengendalian, rangsangan , isyarat, tanggapan, dan perkuatan.

Keyakinan dan Sikap
Melalui bertindak dan belajar seorang mendapatkan keyakinan dan sikap. Keduanya kemudian mempengaruhi perilaku pembelian mereka. Keyakinan adalah gambaran pemikiran yang dianut seseorang tentang gambaran sesuatu. Keyakinan orang tentang produk atau merek yang mempengaruhi keputusan pembelian mereka.
II.5   Proses Keputusan Pembelian
para pemasar harus melihat lebih jauh bermacam-macam factor yang mempengaruhi para pembeli dan mengembangkan pemahaman mengenai cara konsumen melakukan keputusan pembelian.

Peran Pembeli
Kita dapat membedakan lima peran yang dimainkan orang dalam keputusan pembelian :
·         Pencetus : Orang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli produk dan jasa
·         Pemberi Pengaruh : Orang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan.
·         Pengambil Keputusan : Orang yang mengambil keputusan mengenai setiap komponen keputusan pembelian-apakah membeli,tidak membeli, bagaimana cara membeli dan dimana akan membeli.
·         Pembeli : Orang yang melakukan pembelian sesungguhnya
·         Pemakai : Seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa tertentu.
Perilaku Pembeli
Pengambilan keputusan konsumen berbeda-beda, tergantung pada jenis keputusan pembeli. Keputusan untuk membeli pasta gigi, raket tenis, computer pribadi dan mobil baru akan sangat berbeda. Pembelian yang rumit dan mahal mungkin melibatkan lebih banyak pertimbangan pembeli dan lebih banyak peserta.
II.6       Tahap-tahap proses Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan pembelian terdiri dari lima tahap: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, pengevaluasian alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku setelah pembelian. Jelas bahwa proses pembelian berlangsung jauh sebelum pembelian aktual dan berlanjut jauh sesudahnya. Pasar perlu berfokus pada seluruh proses pengambilan keputusan pembelian bukan hanya pada proses pembeliannya saja.
Secara teori konsumen melalui seluruh lima tahap pada tiap pembelian. Tapi pada pembelian rutin, konsumen terkadang melewatkan atau membalik beberapa tahap itu. Seorang wanita yang kadang membeli pasta gigi merek yang biasa digunakannya akan mengenali kebutuhan tetapi dia akan bergerak langsung ke proses pembelian, dengan melewatkan pencarian informasi dan mengevaluasi alternatif. Pertimbangan yang muncul pada saat konsumen menghadapi situasi pembelian baru bisa bersifat kompleks.

Pengenalan Kebutuhan
Proses pembelian bermula dari pengenalan kebutuhan (need recognition)-pembelian mengenali permasalahan atau kebutuhan. Kebutuhan dapat dipicu oleh rangsangan eksternal. Seseorang mungkin merasa membutuhkan hobi baru ketika kesibukan pekerjaannya mulai menurun, dan dia mulai memikirkan kamera setelah berbincang-bincang dengan teman tentang fotografi atau setelah melihat iklan kamera. Pada tahap itu, pemasar harus meneliti konsumen untuk mengetahui kebutuhan macam apa yang menyebabkan kebutuhan itu muncul, dan bagaimana cara pemasar menuntun konsumen supaya membeli produk tersebut.

  Pencari Informasi
Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Kita dapat membaginya kedalam dua level rangangan. Situasi pencarian informasi yang lebih ringan dinamakan penguatan perhatian. Pada level ini orang hanya sekedar lebih peka terhadap informasi produk.
Pada satu tahapan tertentu, konsumen mungkin sekedar meningkatkan perhatian. Pada tahapan itu, seseorang menjadi lebih menerima informasi mengenai kamera. Ia memperhatikan iklan kamera, kamera yang digunakan oleh temannya, dan percakapan tentang kamera. Atau ia mungkin mengerjakan pengumpulan informasi secara aktif, dimana ia mencari informasi tertulis, menelepon teman, dan mengumpulkan informasi dengan berbagai cara lain. Jumlah pencarian yang dikerjakan tergantung pada kekuatan dorongan pada dirinya, jumlah informasi awal yang ia miliki, kemudahan pencarian informasi tambahan, nilai yang ia berikan pada informasi tambahan, dan kepuasan yang di dapat setelah pencarian.
Evaluasi Alternatif
Kita telah mempelajari cara konsumen menghasilkan informasi yang menghasilkan sekumpulan merek-merek yang akhirnya dipilih. Pemasar perlu memahami proses pengevaluasian alternatif-yakni, cara konsumen memproses informasi yang menghasilkan berbagai pilihan merek. Sayangnya, konsumen tidak melakukan satu evaluasi secara tunggal dan sederhana, tetapi konsumen mungkin melakukan beberapa proses evaluasi.
Beberapa konsep dasar agar membantu kita memehami proses evaluasi konsumen:
·         Konsumen berusaha memenuhi kebutuhan
·         Konsumen mencari menfaat tertentu dari solusi produk
·         Konsumen memandang masing-masing produk sebagai kumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan itu.

Keputusan Pembelian
Di tahap pengevaluasian, konsumen menyusun peringkat merek dan membentuk kecenderuangan (niat) pembelian. Secara umum, keputusan pembelian konsumen akan membeli merek yang paling disukai, tetapi ada dua faktor yang muncul diantara kecenderungan pembelian dan keputusan pembelian. Faktor pertama adalah sikap orang lain dan Faktor kedua adalah faktor situasi tak terduga.

Peilaku Pembelian
Setelah membeli produk, konsumen akan mengalami level kepuasan atau ketidakpuasan tertntu. Tugas pemsaran tidak berakhir begitu saja ketika produk dibeli. Para pemasar harus memantau kepuasan pasca pembelian, tindakan pasca pembelian, dan pemakaian pasca pembelian.









BAB III
PENUTUP

III.1   Simpulan
1.      Perilaku konsumen dalam membeli suatu produk dipengaruhi oleh faktor budaya, faktor sosial, dan faktor individu.
2.      pembelian seseorang dipengaruhi oleh empat factor psikologi utama yaitu :
a.      Motiv adalah kebutuhan yang memadai untuk mendorong seseorang bertindak.
b.      Presepsi adalah proses yang digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti.
c.       pembelajaran adalah menghasilkan yang melampaui pengaruh dari pengendalian, rangsangan , isyarat, tanggapan, dan perkuatan.
d.      Keyakinan adalah gambaran pemikiran yang dianut seseorang tentang gambaran sesuatu. Keyakinan orang tentang produk atau merek yang mempengaruhi keputusan pembelian mereka.
3.      Kita dapat membedakan lima peran yang dimainkan orang dalam keputusan pembelian :
a.       Pencetus : Orang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli produk dan jasa
b.      Pemberi Pengaruh : Orang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan.
c.       Pengambil Keputusan : Orang yang mengambil keputusan mengenai setiap komponen keputusan pembelian-apakah membeli,tidak membeli, bagaimana cara membeli dan dimana akan membeli.
d.      Pembeli : Orang yang melakukan pembelian sesungguhnya
e.       Pemakai : Seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa tertentu.



Daftar Pustaka

Kotler Philip dan Amstrong Gary, Prinsip-prinsip Pemasaran, Edisi kedelapan, Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1999
Kotler Philip, Manjemen Pemasaran, Edisi Kesebelas, Jilid 1, PT.Gramedia, Jakarta, Indonesia, 2005
http://leon306.blog.friendster.com/2008/10/analisis-pasar-konsumen/









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar